Senin, 28 Agustus 2017 19:35

SLEMAN – Jajaran Satuan Reskrim Polres Sleman temukan beberapa fakta baru dalam kasus pembuangan bayi oleh seorang mahasiswi keperawatan, LU (21).
Pada Senin (28/8/2017) kepolisian melakukan rekonstruksi dengan melibatkan tersangka langsung di TKP rumah kosan Glendongan, RT 13 RW 04, Babarsari. LU saat melakukan reka ulang adegan pembuangan bayi yang dilakukannya beberapa waktu lalu.
Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rony Are mengatakan rekonsutruksi ini bertujuan untuk melengkapi perkara karena ada nyawa yang hilang dalam kasus ini, yakni bayi yang dilahirkan LU, mahasiswi keperawatan asal Mesuji Timur, Lampung.

Semula LU dijadwalkan melakukan 21 adegan, namun dalam reka ulang kali ini berkembang menjadi 39 adegan.
Adapun adegan yang diperagakan dimulai saat ia melahirkan di kamar mandi luar samping kamar tersangka, akivitas di kamar kos, proses pembuangan bayi di bak sampah, hingga proses penemuan bayi oleh seorang pemulung.
Satuan Reskrim Polres Sleman temukan beberapa fakta baru dalam kasus pembuangan bayi oleh seorang mahasiswi keperawatan, LU (21). Pada Senin (28/4) kepolisian melakukan rekonstruksi dengan melibatkan tersangka langsung di TKP rumah kosan Glendongan, RT.13 RW.04, Babarsari.
“Saat pemeriksaan sebelumnya ada perbuatan yang tidak diakui, dan akhirnya diakui oleh yang bersangkutan saat rekonstruksi. Yakni tersangka membekap bayinya sehingga tak dapat bernafas dan menyebabkan bayinya meninggal,” terang Are. Pembekapan tersebut berlangsung di kamarnya, setelah ia melahirkan di kamar mandi.
Penyidik Polres Sleman menetapkan ibu pembuang orok bayi di Tambakbayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, sebagai tersangka. Leli Utami, (21) seorang mahasiswi keperawatan salah satu perguruan tinggi di Yogya.
Penyidik Polres Sleman menetapkan ibu pembuang orok bayi di Tambakbayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, sebagai tersangka. Leli Utami, (21) seorang mahasiswi keperawatan salah satu perguruan tinggi di Yogya.
Reka ulang tersebut bertolak belakang dari pengakuan awal tersangka yang menyatakan bayinya meninggal karena terbentur di kloset.
“Ia membekap, karena bayi tersebut batuk dan mengeluarkan suara,” tambahnya.
Setelah dipastikan bayi tersebut telah tewas, LU kemudian membungkusnya dengan plastik untuk kemudian dibuang di tempat sampah di depan rumah kosnya.

Pemakaman mayat bayi yang ditemukan di Babarsari, Sleman, pemakaman dilakukan makam Tambakbayan, Sleman, Kamis (10/8/2017) (Tribun Jogja/ Pradito Rida Pertana). Sementara motifnya tetap sama, yakni LU nekat mengakhiri nyawa anaknya sendiri karena malu bapaknya tidak bertanggungjawab dan melarikan diri.
Sementara itu, Sapto Nugroho Wusono selaku kuasa hukum LU meminta polres untuk melakukan pendampingan agar tekanan kejiwaannya dapat terbantu.

Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP bayi laki-laki yang dibuang di tempat sampah di jalan Babarsari, Rabu (9/8/2017).
Menurut Sapto, kini LU sering murung.Pihaknya pun meminta agar kepolisian menelusuri jejak pria tak bertanggungjawab dan menghamili LU.”Sejak dia hamil sampai sekarang ia tak bertanggungjawab. Tidak pernah menemui korban. Pria itu orang Lampung, sudah lulus dari perguruan tinggi swasta di Yogyakarta,” tandasnya.

Sumber Tribunjogja.com