Senin, 28 Agustus 2017 / 18:19 WIB

SLEMAN,  – LL (22) mahasiswi yang tega membuang bayinya sendiri di tempat sampah rumah kost kawasan Tambakbayan Sleman beberapa waktu lalu, Senin (28/8/2017) menjalani reka ulang. Dalam prosesi tersebut didapatkan fakta bahwa LL tega membunuh bayi laki-laki yang baru dilahirkannya dengan cara membekap mulut dan hidung.

Fakta tersebut diperagakan LL di hadapan petugas dalam rangkaian reka ulang di lokasi kejadian. “Bayi tersebut dibekap menggunakan tangan oleh tersangka di dalam kamarnya. Aksi tersebut dilakukan setelah sebelumnya melakukan proses persalinan di kamar mandi,” ungkap Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rony Are Setia.

Polisi juga mengungkap bahwa bayi berjenis kelamin laki-laki ini meninggal setelah tak bisa bernafas akibat perlakuan tersangka. “Penyebabnya memang karena kekurangan oksigen akibat dibekap dengan tangan,” sambungnya.

Sementara terkait motif, polisi mengakui bahwa tersangka merasa malu melahirkan anak namun belum memiliki suami. Terlebih pria yang disebut-sebut sebagai ayah biologis tak jelas kini berada di mana.

“Tersangka ini malu karena hamil di luar nikah dan tak ada yang bertanggungjawab. Setelah dibunuh lantas ditutup handuk dan dibungkus plastik kemudian dibuang di tempat sampah,” lanjut Rony.

Tersangka LL kini terancam hukuman penjara 10 tahun sesuai yang tertera dalam Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pasal 80 ayat 3. “Kami juga kenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan,” pungkas Rony Are Setia.

Secara terpisah, kuasa hukum LL, Sapto Nugroho Wusono SH berharap pihak kepolisian memberikan pendampingan psikologis pada tersangka selama proses hukum berjalan. “Kami sudah menyampaikan surat ke Polres Sleman untuk meminta pendampingan psikolog, selain itu kami juga minta agar pria yang menghamili klien kami segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Menurut keterangan, pria tersebut berinisial A warga Lampung yang sudah lulus kuliah,” terangnya.

Sumber KRJOGJA.com