15 Juli 2017

Sleman  – Shita Zain Fuadi (34 th) kurir pengedar  Narkotika golongan satu jenis Shabu-Shabu (SS) yang dikendalikan oleh seorang nara pidana Lembaga Pemasyarakatan (Napi Lapas) Ghrasia, Jalan. Kaliurang Kec Pakem, Kab Sleman, diadili  Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman, diketuai Ayun Kristiyanto SH, MH dengan hakim anggota Wisnu Kristiyanto SH, MH dan Eulis Nur  Komariah SH,MH Kamis (13/7).

Terdakwa Shita warga  RT 03, RT 04, Temanggung, Kab Temanggung, Jawa tengah tersebut dikursi Panas didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lintang Ashari SH dari Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dan diancam pidana berdasarkan  pasal 111 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 Tentang Narkotika  juncto (jo) pasal 112 ayat 2  UU RI No 35 tahun 2009 Tentang Narkotika jo 114 ayat 2 UU RI No 35 tahun 2009 Tentang Narkotika jo pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 Tentang Narkotika jo pasal 127 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 Tentang Narkotika.

Tiga orang saksi yang semuanya dari petugas Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) DIY kepada majelis hakim menerangkan, bahwa terdakwa bersama  adik terdakwa dan dua orang temanya disaat naik mobil ditangkap disekitar lampu pengatur lalulintas di daerah Kec Gamping, Kab Sleman. Mobil rentalan milik tetangga terdakwa diperiksa, ternyata tas milik terdakwa ditemukan barang bukti  SS yang dikemas didalam  dua bungkus plastik putih  besar dan dua bungkus plastik kecil  seluruhnya seberat 52, 2 gram.

Terdakwa ketika diperiksa mengaku barang haram tersebut diambil disuatu tempat didaerah Giwangan Kec Umbulharjo Kota Yogyakarta, atas perintah  Momon Napi Lapas Ghrasia Jalan Kaliurang Kec Pakem Kab Sleman.  Selanjutnya SS seberat itu akan dibawa  dan dikemas lagi dengan plastik putih kecil dirumahnya di Kab Temanggung. Kemudian beberapa kemasan SS plastik putih kecil tersebut akan diletakan disuatu tempat tertentu untuk para pengguna/pemakai/penghisap di wilayah Kab Temanggung, Solo maupun di kota-kota lainya di Jawa tengah.
Adik terdakwa yang mengemudikan mobil dan dua orang temanya ketika diperiksa badan tidak ditemukan barang bukti. Air Kecing (Urine) mereka ketika diperiksa laborat negatip tidak mengandung Narkotika. Sedang urine terdakwa Shita positif sebagai pengguna SS, tambah para saksi BNNP DIY. Terdakwa Shita yang didampingi penasehat hukum  Advokat Sapto Nugroho Wusono. SH  atas leterangan para saksi tersebut tidak mengelak. Terdakwa dapat upah berapa ? kejar Ayun Kristiyanto SH,MH. Saya tidak mendapatkan upah berupa uang tetapi dapat gratisan untuk menghisap sebagian SS itu  pak hakim, jawab terdakwa penjual makanan di daerahnya.

Sumber Mediarakyat.co.id