07 Juni 2017

Sleman- Petugas Kepolisian Polres Sleman menangkap satu orang tersangka penjual dan pengedar petasan T, 25, warga Desa Banyurejo , Kecamatan Tempel, di Komplek Makam Rebobong Kidul, Desa Mororejo,  Sabtu (3/6)

Penangkapan  bermula saat anggota Satuan Intelkam Polres Sleman berselancar di media sosial Facebook. “Hasilnya  petugas menemukan salah satu grup facebook yang dinamai Forum Jual Beli Obat Petasan, didalamnya diposting dagangan berupa petasan,” ungkap Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy kepada sejumlah wartawan di Mapolres Sleman,  Selasa (6/6).

Dari temuan itu, dilanjutkan pengembangan,   petugas bergerak menyamar sebagai pembeli dengan melakukan transaksi (COD) melalui media sosial Facebook dan BBM milik T.

Saat penyamaran T langsung diamankan oleh anggota kita, saat itu juga didapati barang bukti serupa 2 kilogram  obat petasan.Begitu  digeledah didapati lagi  obat petasan seberat 1 kilogram yang dibungkus dengan menggunakan lakban , semua dalam posisi siap jual.

“Dari pengakuan tersangka,  barang tersebut akan dijual ke luar wilayah Yogyakarta dengan harga per kilogramnya 200-300 ribu rupiah dan untuk mercon yang sudah jadi akan digunakan sendiri,” jelasnya.

Total barang bukti yang diamankan di antaranya 9,9 kilogram obat petasan,  8,5 kg belerang, 5,5 kg potasium float,  70 buah  petasan besar dan kecil, 163 buah sumbu petasan, 2 buah petasan siap ledak, serta timbangan merk Lion Star warna putih.

“Tersangka dijerat dengan Undang-undang Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman 12 tahun penjara. Kita tidak memberikan ampunan kepada pembuat ataupun penjual mercon, akan  ditindak tegas, itu kan membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tegasnya.

Sementara Sapto Nugroho Wusono SH pengacara T membenarkan bahwa dirinya yang mendampingi tersangka. “Betul kami ditunjuk menjadi pengacara kasus mercon,  kemarin saya mendampingi tersangka T saat penyusunan BAP di Polres Sleman, untuk selanjutnya nanti akan kita sampaikan perkembangannya,” jelas Sapto kepada wartahukum.id.

Sumber wartahukum.id.