SLEMAN– Untuk mengakomodir masyarakat yang belum tersentuh akses bantuan hukum secara cuma-cuma, dibentuk Pusat Bantuan Hukum (PBH)  DPC  Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi)  Sleman.

Pembentukan PBH DPC Peradi Sleman ditandai dengan pengangkatan pengurus PBH untuk masa jabatan 2017- 2020  di Gedung Pertemuan Unit I Pemda Sleman , Kamis (18/5/2017) malam.

“ PBH ini dibentuk melalui surat keputusan Dewan Pimpinan Nasional Peradi nomor Keb,030/PERADI/DPN/IV/2017  ,” jelas Ketua Panitia Pengangkatan  Pengurus PBH Peradi Sleman , Sapto Nugroho Wusono SH  disela berlangsungnya  acara itu.

Dengan terbentuknya , tambah Sapto  lembaga ini diharapan bisa menjadi sarana  pendampingan, informasi dan pemahaman tentang hukum kepada masyarakat, khususnya bagi warga tidak mampu.

Ketua PBH DPC Peradi Sleman, R Widhie Arie Sulistyo SH menyebutkan usai  pengangkatan  ini  akan segera menyusun program kerja.

“ Segera kita gelar rapat pengurus untuk menyusun program kerja, yang tak kalah pentingnya secepatnya akan kita lakukan komunikasi dan kerjasama dengan aparat penegak hukum terkait, yakni  Jaksa , Polisi dan Hakim ,” tukasnya.

Akses bantuan hukum  gratis , tentunya dengan persyaratan  diantaranya dengan menyertakan Surat Keterangan Tidak Mampu dari Desa setempat .

“ Seperti diamanatkan dalam UU nomor 18 tahun 2003 dan UU nomor 16 tahun 2011 tentang Bantuan Hukum , PBH Peradi Sleman siap memberikan pendampingan dan bantuan hukum secara gratis, tentunya dengan persyaaratan  sesuai regulasi tersebut,” beber dia.

Berikut susunan pengurus PBH Peradi Sleman , Ketua Dewan Penasehat Hariyanto SH dengan anggota Gatot Murwahjudi SH, Sunu W Ciptahutama SH , Pangeri Perangin-Angin SH M.Hum dan Hillarius Ngaji SH.

Sedangkan jajaran Dewan Pengurus , Ketua R Widhie Arie Sulistyo SH, Sekertaris Asnani SH , Bendahara Purwoko SH , dengan anggota Cahyo Irawan SH, Heri Antoro SH , Achmad Deva Permana SH, Setya Utami SH dan Alun Bayu Krisna SH . MH.

Sumber info-jogja.com