3 Januari 2017

Harun oknum Kejaksaan Negeri Sleman, tersangka yang diduga sebagai pengedar dan pengguna Narkotika golongan satu jenis Shabu-Shabu ( SS ) akan dimintakan Rehabilitasi kepada dokter. Karena tersangka adalah ketergantungan SS, ucap Sapto Nugroho Wusono SH selaku penasehat hukum tersangka Harun.
di Pengadilan Negeri Sleman, Kamis tgl 29 Desember 2016.Lebih lanjut Sapto Nugroho Wusono SH menjelaskan bahwa ketergantungan oknum Kejaksaan warga Kab Klaten itu, sejak ditugaskan di wilayah Jawa barat . Selanjutnya kurang lebih satu tahun yang lalu, tersangka dipindahkan sebagai pengawal mobil tahanan Kejaksaan Negeri Sleman dari Lembaga pemasyarakatan(Lapas) ke Pengadilan Negeri Sleman.Namun dirinya kerap kali masih “ Sakau “ dan atau ketergantungan barang haram itu hingga ditangkap oleh petugas Badan Narkotika Nasional Propinsi ( BNNP ) Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY ) didepan pintu masuk kantor Kejaksaan Negeri Sleman, Kamis tgl 1 Desember 2016 sekitar jam 09.30. Tersangka Harun yang saat ini ditahan BNNP DIY. Ketika diperiksa air kecingnya
(urine)ternyata positif mengandung Narkotika. “Dengan kondisi yang demikian itu,maka saya sebagai penasehat hukumnya berusaha semaksimal mungkin agar tersangka dapat di Rehabilitasi,” ujar Sapto Nugroho Wusono SH. Bagaimanakah tersangka nantinya dengan barang bukti lebih rai 0,05 gram yang dapat diancam pidana penjara “ Seumur Hidup atau bahkan pidana Mati? “Saya belum tahu persis barang bukti SS yang dibawa, dimiliki dan disimpan tersangka Harun,” Itu merupakan wewenang penegak hukum yang menangani perkara ini,tambah Sapto Nugroho Wusono.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya,tersangka Harun sejak dipindahkan tugas di Kejaksaan Negeri Sleman, sudah dikuntit oleh petugas BNN pusat maupun daerah. Kemudian sewaktu ditangkap, petugas menemukan barang bukti bungkusan yang berisi SS seberat kurang lebih 60 gram. Selanjutnya petugas BNNP DIY menggeledah rumah tersangka didaerah Klaten,Jateng dan menemukan barang bukti SS seberat kurang lebih 10 gram. Sehingga dengan barang bukti sebanyak 70 gram SS itu tersangka dapat dijerat pasal berlapis dan diancam pidana Seumur Hidup atau bahkan pidana mati. Karena dia seorang karyawan di sebuah institusi hukum seharusnya mengetahui aturan hukum,tetapi justeru melawan hukum, ujar seorang advokat yang tidak mau dikutip namanya.
Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri ( Kajari ) Sleman, Diah Retnowati Astuti SH,MH, yang akan dikonfirmasi tetang kasus tersebut di kantornya, tidak bersedia menemui wartawan MediaRakyat dengan alasan akan segera ke Kejati DIY, kata petugas Kejari Sleman, beberapa saat setelah Media Rakyat, mengisi buku tamu dan disampaikan Kajari setempat, Kamis 29 (29/12) kemarin.

Sumber MediaRakyat.co.id